E-Mail: drpm@ui.ac.id

Phone: +62 857 7345 6196 Fax: (021) 7884 9119

Jurnal Sang Hyang Dedari

contoh padi masa

img_2230

 

Program pengabdian masyarakat skema desa mitra bertajuk “Strategi Budaya Desa Ekologis” di Desa Adat (Banjar) Geriana Kauh Desa Duda Utara, Kecamatan Karangasem, Provinsi Bali telah berjalan efektif sejak Agustus 2016. Meski demikian proses penelitian terkait Tari Sang Hyang Dedari sebagai tema sentral pengabdian ini telah dimulai sejak 2014, dan khusus untuk masyarakat Geriana Kauh sejak 2015. Pengabdian masyarakat “Desa Ekologis” tahun pertama ini didasari satu problem, yaitu ancaman kepunahan Ritual Tari Sang Hyang Dedari yang terhubung dengan tradisi pertanian tradisional dan preservasi warga atas benih padi lokal atau Padi Masa.

Pembuatan Museum tidak hanya dimaksudkan untuk menjaga keberlangsungan tarian, tetapi juga untuk menginformasikan ke khalayak luas mengenai metode bertani tradisional dan benih lokal yang terancam punah. Museum itu juga akan menjadi infrastruktur awal menuju program pemberdayaan berikutnya, yaitu menjadikan Geriana Kauh sebagai destinasi wisata ekowisata. Dalam ungkapan ini, program pengabdian masyarakat tahun pertama ditujukan untuk membangun infrastruktur awal tersebut.

DSC_3334

Mitra dalam program pengabdian masyarakat ini adalah warga desa adat (banjar) Geriana Kauh yang dimotori atau digerakkan oleh para tetua adat (pelingsir), khususnya pengelola (prajuru) desa I Wayan Bhrata, pemimpin desa (bendesa) I Nengah Likub, ketua program desa, Nyoman Bhrata. Pihak lain yang turut mendukung adalah pemuda dan pemudi (tuna/truni) setempat, ibu-ibu khususnya para juru gending dan warga lainnya.

img-20160110-wa0016

Miguel Covarrubias

“Sebab manusia hidup dari beras, dan segenap raga dan jiwanya dibangun dari beras, beras itu sendiri diperlakukan sebagai pujaan, dan dihormati yang kemudian menyebabkan keseluruhan tradisi padi berkembang menjadi aliran yang kompleks.”

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2017
error: Halaman ini diproteksi