01 Apr, 2017

rri.co.id : Tari Sang Hyang Dedari Jangan Dieksploitasi

Tari Sang Hyang Dedari Jangan Dieksploitasi

oleh Nugroho

 

KBRN, Jakarta : Para pelaku pariwisata dan budaya hendaknya tidak mengekploitasi tari-tarian langka dan sakral Bali hanya untuk kepentingan komersial belaka, namun hendaknya melihat pula keberlanjutan dari akar budaya tersebut dengan memperhatikan “taksu”.

Salah satu kesimpulan tersebut muncul saat berlangsung diskusi “Wisata Desa Sadar Lingkungan” pada Simposium Seabad Pariwisata Budaya di Bali, Sabtu (28/1/2017), di Balairung Susilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata RI.

Dalam pemaparan hasil penelitian tentang tari langka di Desa Geriana Kauh, L.G. Saraswati Putri, Pengabdi Utama UI di Desa Adat Geriana Kauh Bali, ia mengatakan masyarakat Geriana Kauh merupakan komunitas terakhir yang masih aktif menjalankan salah satu ritual dan tarian yang kini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia oleh UNESCO, Tari Sang Hyang Dedari.

Geriana Kauh, desa adat di kaki Gunung Agung dan pelaku ritual Tari Sang Hyang Dedari, merupakan desa yang berupaya membuka diri ke para wisatawan, namun dengan tetap mengedepankan tradisi dan kehidupan sehari-hari masyarakatnya, tanpa harus membangun hotel dan resor mewah, atau mengubah kehidupan masyarakat setempat.

“Kalau mau dibuka untuk wisatawan, saya usulkan dengan hormat, itu secara terbatas. Jangan ditarikan setiap hari. Jangan ditarikan di hotel di Denpasar. Maaf, itu akan jadi lain fungsinya. Meskipun tarinya ditarikan, tapi saya khawatir itu taksu-nya akan berkurang sekali,” kata Staf Ahli Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Gaura Macarita.

“Karena taksu itu sangat penting dalam tari-tarian Bali, segi spiritualnya. Bukan hanya gerak fisiknya, tapi gerak batinnya yang selalu sebelum menari itu harus berdoa dulu.”

Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, juga mengamini pandangan tersebut, dan meminta agar tari-tari sakral tidak dipertunjukkan secara sembarangan, karena melibatkan keyakinan dari masyarakat Bali, termasuk ajaran Hindu di dalamnya. (NGH/Foto: KBRN/AA)

 

diambil dari: http://rri.co.id/post/berita/354660/budaya/tari_sang_hyang_dedari_jangan_dieksploitasi.html

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2017

Trackback URL: https://sanghyangdedari.org/rri-co-id-tari-sang-hyang-dedari-jangan-dieksploitasi/trackback/

Leave a comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *